Rabu, 28 Desember 2016

Cuma Mau Nulis

Hidup adalah menikmati setiap langkah yang ingin kita ambil. Memutuskan untuk resign dan mengikuti pengayaan bahasa selama 6 bulan di Universitas Indonesia adalah langkah pasti yang saya pikirkan dengan matang. Karna sekali lagi, kegiatan ini tidak wajib jadi bisa di ambil atau tidak.
Bertemu orang baru, berkenalan dan berjumpa dengan penerima beasiswa dari berbagai tempat di indonesia, dengan latar belakang prestasi dan kebudayaan serta suku yang berbeda adalah hal yang membuat saya tidak ragu untuk memberikan surat resign saya tepat tanggal 30 mei jam 5.30 sore di kantor saya di Brunei.
memang berat sih, harus meninggalakan pekerjaan yang sudah nyaman. Karena sekali lagi bagi saya ada 3 hal yang membuat pekerjaan itu nyaman. Yang pertama :
-          Apa yang kita kerjakan, saya bersuyukur sekali bisa kerja sebagai interior designer dan sekaligus sebagai site supervisor di proyek yang saya garap. Bayangkan ketemu orang baru (client) adalah nilai berharga dan tidak ternilai. Yang lebih utama lagi saya bisa menyalurkan ilmu yang telah saya dapat selama kurang lebih 5 tahun di universitas.
-          Teman kerja dan bos, saya meiliki teman kerja yang bagi saya sudah seperti keluarga. Bahkan ada salah satu teman kerja saya yang orang tuanya sudah menggap saya sebagai anak angkatnya. How bless i am. Trus bos saya yang berkewarga negaraan jepang sangat baik. Kalau dia keluar kantor dia sering sekali bawa pulang kue atau apa. Saya setiap haris masih bisa tertawa lepas dan bahkan lepas sekali. Setiap hari waktu tidak terasa. Tidak ada lembur dan semuanya berjalan dengan baik
-          Yang terakhir adalah kehidupan setelah kerja. Bagi saya ini salah satu point penting yang tidak bisa lepas dari kehidupan sebagai seorang pekerja. Meskipun suasana kantor nyaman dan enak tapi tetap saja saya butuh ruang untuk me time dan menyalurkan hobby saya yaitu : lari, berenang, masak, dan jalan kosong. Hehe
Selama kerja di brunei juga banyak sekali fasilitas yang setelah di asutralia ini baru saya rasa kalau wah, fasilitasnya oke punya. Saya di kasih mobil Sedan Nisan Sunny. Kemudian staff house yang pada akhirnya tinggal saya berdua aja yang tinggal. Di dalam staff house semuanya udah lengkap mulai dari mesin cuci sampai kain lap.
Karna hidup saya begitu nyaman di sana makanya saya memutuskan untuk resign secepatnya dan mencari pengalaman baru. Saya ingin menulis cerita yang beragam dalam setiap lembar kehidupan saya. saya ingin bertemu banyak orang merasakan tinggal di tempat tempat yang berbeda sebanyak yang saya bisa. Dan kelak semua itu bisa menjadi cerita yang baik untuk disebarkan.  
Punchbowl Public Library, Sydney NSW
29 Dec 2016 / 17.07


Senin, 19 Desember 2016

Sydney Oh Sydney.

Jadi ceritanya hari ini saya pindah rumah dari rumah teman saya di Lkemba ke kamar baru saya di Punchbowl. Wah senang sekali bisa dapat kamar ini. Pertama roomate saya itu baik sekali yang kedua ibu kosnya oke punya. Alhamdulillah juga saya di izinkan untuk pakai sendal dalam rumah. Kemudian toilet juga masih bisa pakai air. HAHAHA... habis pindah dan beberes sedikit kemudian saya masak. Di lanjutkan pergi ke bank. Alhamdulillah selama buka tabungan dan bicara dengan pegawainya saya bisa berkomunikasi dengan lancar dan gak ada masalah sedikitpun dengan bahasa inggris saya.

Karna waktu sudah jam 1 dan  tadi audah masak mie tapi belum di makan makanya saya pergi ke resto Indonesia untuk beli nasinya aja. Dan gila nasi satu kotak standart itu harganya 5$. Oh em ji. It is totally expensive. But okelah.

Jadi saya itu berencana mau kembali lagi ke pulau yg kemarin saya kunjungi. Tapi karna yah gitu dehm salah masuk stasiun fery dan saya lupa nama pulaunya jadi terpaksa bolak balik aja naik ferry. Dan itu gratis selama kita belum keluar stasion. Tauh tidak alhamdulillah saya bisa menyantap makan siang saya pada pukul 4 sore dengan pemandangan seperti d bawah ini. Biarlah foto yang berbicara. Oh yah.. itu panasnya terik tapi sumpah udaranya dingin sekali. Apalagi kalau angin bertiup. Mama eta. Nona sayange.

Jumat, 19 Agustus 2016

Hai, kali ini saya mau cerita sedikit, mengenai kehidupan saya di depok. Yah, jadi sudah hampir tiga bulan saya tinggal di Depok karena harus mengikuti training bahasa inggris (khususnya IELTS sih!) selama enam bulan di Pusat Bahasa asing Universitas Indonesia di Depok. Yah, mau diapakan lagi, selama enam bulan status saya berubah lagi jadi mahasiswa. Bangun pagi mandi dan jalan kaki sekita 10 menit ke kampus, malamnya belajar atau kerja tugas.  Senang juga sih bisa ketemu sama teman-teman baru dari berbagai tempat di Indonesia, memperluas jaringan itu yang utama. Oh yah, jadi ceitanya kurang lebih kurang dari 3 bulan lagi program ini akan berakhir dan di akhir program kita ada Official Test IELTS dari LPDP. Nah, doakan ajah yah! semoga saya dan seluruh teman teman bisa melewati ini semua dan mendapatkan skor yang baik. Kalau saya pribadi sih, bukan untuk dapat skore 6.5 tapi saya ingin bisa memahami dan mengerti cara menulis yang baik dan benar. Karna menurut saya sempit sekali visi saya kalau, harus berhenti kerja meninggalkan gaji saya yang belasan juta dan target saya hanya untuk score IELTS 6.5 menurut saya itu terlalu kecil. hehe. 

Oh yah, ini ada beberapa foto foto teman saya. Intinya senang deh, bisa mengikuti kelas ini. Karena kapan lagi ada kesempatan bisa merasakan jadi mahasiswa Universitas Indonesia selama kurang lebih 6 bulan. 

Foto bersama 21 pemimpin masa depan dengan para Teacher


Senin, 04 Juli 2016

Sabtu, 02 Juli 2016

Pulang Kampung

Setiap kali mau masuk bulan Ramadhan, saya selalu senang. Pertama Allah masih berbaik hati memanjangkan dan memberi saya umur dan kesehatan umtuk bisa bertemu dengan bulan yang penuh rahmat ini. Kedua, itu artinya sedikit lagi saya akan pulang kampung nun jauh di Timur Indonesia. Bagi saya yang hidup di perantauan. Moment pulang kampung adalah hal terbaik yang saya rasakan selama satu tahun itu. Pada saat pulang kampung saya bisa ketemu dengan keluarga saya, bermain dengan sepupu saya yang masih kecil. Nah, biasanya di moment pulang kampung ini saya juga pasti meminta semua makanan yang saya suka. Setiap hari adalah makanan faforit saya yang tersaji di atas meja makan. Pada saat pulang kampung juga saya bisa ketemu dengan teman teman waktu kecil saya. Rasanya senang sekali masih bisa akrab dengan orang orang yang kita habiskan waktu untuk tumbuh dengan mereka.

Satu hal yang saya tidak suka ketika pulang kampung, yah saya kurang produktif bangun kesingan dan kerjanya kalau bukan : tidur, makan, dan jalan. Tapi ibu saya selalu bilang. Kamu kan ke sini bukan untuk capek, tapi untuk istirahat.

Di bawah ini ada beberapa foto yang akan saya uplod terkait moment pilang kampung.

Sabtu, 11 Juni 2016

Mungkin Rindu

Mungkin sering bersama, jadi bosan.
Mungkin sering lihat, jadi iri.
Mungkin karna dekat,
Jadi, ingin jauh.

Mungkin, tak ada lagi rindu.
Mungkin,
Rindu kalau sudah jauh.
Aku rindu,
Rindu ingin kembali.


Brunei Darussalam 
31 Januari 2015 
Jam 06.17

Cuma Rindu

Aku Cuma rindu denganmu.
Rindu yang tak dapat ku bendung.
Rindu yang teramat dalam.

Aku rindu denganmu, dengan caramu berdebat denganku.
Aku rindu denganmu, dengan caramu memarahiku.
Aku rindu denganmu, dengan cara kita tertawa atas kekonyolan kita.
Aku rindu denganmu, hingga aku mengingatmu.

Aku Cuma rindu.
Cuma rindu, yang aku punya.
Aku tak ingin engkau kembali.
Karna aku, cuma rindu.

Aku ingin merindukanmu.
Meskipun aku tauh.
Tak sedikitpun ada rindu untukku.

Universitas Indonesia, Depok
12 Mey 2016 / 21.21 p.m 

Memulai Kembali

Halo, Apa kabar ? wah rasanya lama sekali saya tidak update dan posting di blog saya. Padahal banyak tulisan yang saya buat, tapi menjadi koleksi pribadi. Jujur, sering saya ingin update cuma gara-gara sibuk atau lupa jadi malah tidak ter-update.

Oh, Iyah ! Insya Allah kedepannya saya akan memulai menulis lagi, paling tidak dalam satu bulan ada satu tulisan atau karya yang saya publish di blog saya ini. Setidaknya saya ingin melatih diri saya untuk mulai menulis lagi. Apalagi insya Allah tahun depan saya akan memulai hidup sebagai seorang mahasiswa lagi. Pasti banyak tugas dan tulian yang harus saya buat. Nah, dari sekarang ini saya ingin melatih diri saya untuk mulai menulis lagi biar terbiasa. Lagian dengan menulis, banyak hal yang bisa saya ceritakan dan menjadi diary online saya. Otak manusia punya kapasitas dalam menyimpan memori. Melalui tulisan, saya ingin menyimpan memori yang pernah saya lewati menjadi catatan yang suatu saat bisa saya baca lagi, bila mana saya sudah mulai lupa dengan hal itu.

Oh yah, semoga target ini bisa berhasil yah. Satu lagi untuk salam pembukaan ini. Saya mau kasih satu lagu dari penyanyi favorit saya. 


Jumat, 24 April 2015

Lagu

Seperti anda, bagi saya lagu atau musik tidak hanya sebagai penghibur dikala senang maupun duka. Musik tidak saja hadir dikala kita sedang menunggu, atau disaat kita sedang bosan untuk melakukan sesuatu. Saya senang sekali mendengarkan satu jenis musik atau lagi berulang ulang dengan melakukan satu aktifitas tertentu seperti membaca atau sebagainya. Nah, ketika sudah mulai bosan biasanya saya akan cari lagu lain dan sudah tindak intens mendengarkan lagu itu lagi. Tapi kadang suatu saat ketika tiba-tiba mendengarkan lagu itu. biasanya saya akan teringat kembali dengan kejadian atau moment dulu pada saat mendengrkan lagu itu.

Brunei Darussalam 
27 April 2015
Jam 23.03

Brunei Here i am


Masjid Omar Ai Brunei Darussaam
Sebagai orang yang lahir dan di besarkan di daerah perantuan, sudah sewajarnya saya tidak perlu merasa secemas ini hidup untuk pertama kalinya di Negri orang. Baru beberapa jam saja di Brunei, hati saya diliputi beragam kecemasan di tambah lagi saya belum bisa berbicara dengan orang tua saya yang ada jauh di Timur Indonesia tepatnya di Timika.


Disaat-saat seperti inilah ternyata saya bisah berfikir, tentang bagaimana ayah saya yang dengan usia sangat mudah, sudah harus pergi merantau ke Timika. Bagaimana dulu perasaan ayah saya ketika dia harus pergi meninggalkan kampungnya tampa ada arah yang jelas juga, apakah dia bisa lebih baik atau malah jauh tambah buruk lagi. Apalagi tahun 70 an dulu. Pasti jarak antara sulawesi dan irian ( kala itu disebut) terasa begitu jauh dan asing ditelinga kita. Ibu saya pernah bercerita tentang ayah saya yang di jual sebagai buruh tebang kayu di pedalaman hutan sorong.tapi karena beliau tidak kuat lagi hidup di hutan, makanya beliau cari cara agar bisa di bawah ke kota sorong. Akhirnya beliau memilih makan sabun supaya perutnya bisa diare dan beliau bisa di bawah berobat ke kota sorong. Di sorong selepas keluar jadi tukang kayu, hidup beliau tidak berubah menjadi lebih baik lagi. Beliau melakukan beragam pekerjaan mulai dari ojek, kerja jadi buruh di orang dan sebagainya. Tinggalnya juga hanya menumpang sana sini.

Memang sih saya belum satu hari apalagi tiga hari ada di brunei. Karena biasanya saya adalah tipe orang yang sangat cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Saya sering mengatakan bahwa, saya hanya butuh waktu tiga hari untuk bisa menyesuaikan diri dan merasa nyaman dengan koto tsb. Saya berharap hal ini bisa juga saya terapkan untuk saat ini amin..

Harusnya saya juga sadar masa ayah saya aja yang dulu usia merantaunya jauh lebih mudah dari saya dengan arah dan apa yang ingin di capai di tanah perantuan belum jelas, beliau bisa survive dengan baik. Kenapa saya yang mulai dari pekerjaan hingga tempat tinggal sudah jelas. Bahkan, sebelum saya sampai di brunei saya sudah tauh kapan waktu saya pulang untuk cuti. Lagian kalau saya kerja di Brunei, saya akan lebih sering bisa pulang ke Timika di bandingkan kalau saya kerja di Makassar. Secara sebagai Pekerja Profesional katanya kita berhak untuk mendapa cuti paling cepat 3 bulan sekali. Bukanya dari awal saya sudah mendambakan saat-saat seperti ini.

Saya berharap apa yang saya rasakan saat ini hanya sebuah perasaan baru saja, untuk harus menyusaikan diri dengan lingkungan baru. Besar harapan saya untuk bisa survive dan menjadi langkah awal saya untuk bisa meraih kesuksesan di kemudian hari. Saya ingat sekali, urusan saya hingga waktu keberangkatan bisa diperlancar dengan sangat mulus karena banyak doa yang ada di belakang saya. doa ibu dan ayah, doa suadara, doa sahabat, doa teman, doa teman pengajiannya ibu, doa nenek, doa tetangga, doa petugas BNP3TKI, doa ibu-ibu yang baru saya kenal di bandara, doa peminta sumbangan dan semuanya. Semoga Allah selalu melapangkan dan memperlancar jalan saya menuju apa yang betul betul saya harap dan impikan amin.

Brunei Darussalam, 
27 Januari 2015 .
Jam 17.06


Kamis, 01 Januari 2015

QZ8501

Duka yang mendalam saya haturkan untuk seluruh keluarga korban Air Aisa QZ8501 penerbangan surabaya menuju singapura, pada hari Minggu kemarin. Jujur saya berusaha ber empati sedalam dalamnya kepada anda semua bahwa semoga anda bisa melapangkan dan mengikhlaskan segala apa yang telah menimpa saudara, keluarga, ayah, ibu dan sahabat anda pada hari minggu pagi kemarin. Yang namanya kehilangan adalah sesuatu yang sangat menyakitkan dan hal yang paling berat yang akan kita hadapi kedepannya. Hari hari pasti akan terasa sulit untuk dilalui tampa mereka orang yang betul betul kita cintai. Pasti akan banyak sekali kenangan yang muncul silih berganti mengiangatkan anda ketika masih bersama dengan mereka.
Jangan pikirkan dengan cara apa mereka pergi meninggalkan kita. Tapi pikirkan dan yakinkan dalam hati anda bahwa saat ini mereka telah bahagia bersama Sang Pencipta Mereka. Saat ini hal yang paling baik bagi mereka adalah di ikhlaskan. Anda pasti tauh dan anda pasti bisa merasakan bahwa, yang pergi itu Cuma jasadnya. Tapi roh dan jiwanya akan selalu hadir dalam setiap tarikan nafas anda bersama seluruh kenangan yang telah anda lewati bersama-sama mereka.


Jumat, 05 Desember 2014

Catatn Harian

Sejatinya sebagai manusia yang perlu kita lakukan ialah, tetapkan keinginan, berusaha, percaya dan yakin bahwa itu akan terkabul. Saya masih ingat sekali beberapa bulan yang lalu saya sering bilang kepada teman-teman dan orang tua saya mengenai keingin saya untuk berhenti kerja dari Tempat saya berkerja sebagai tenaga Arsitek. Alasan saya cuma satu, saya agak penat dan butuhkan liburan. Secara ketika bekerja kita tidak seneaknya bisa meminta liburan seperti pada saat kuliah dulu. Rencananya sih, waktu itu saya ingin berhenti kerja sekitar 1 bulan atau 2 minggu untuk melakukan hal yang saya suka. malamnya begadang, besoknya bangun siang, jalan bebas tampa ada beban, bisa masak, bisa buat lampion kembali dan sebagainya. tapi jujur waktu itu saya masih agak ragu, karna tentu saja. setelah berhenti kerja siapa yang bisa menjamin saya bahwa, saya langsung akan dapat kerja setelah satu bulan berhenti?

akhirnya saya mengurungkan niat saya untuk berhenti. Allah punya rencana selalu indah. Pada bulan depannya Alhamdulillah saya telah di terima dan sudah membaca kontrak kerja bahwa saya di terima sebagi assiten arsitek di salah satu perusahaan yang ada di luar negri. Disitulah niat saya untuk berhenti kerja semakin mantap. tentu saja saya juga ingin menyelesaikan segala urusan administrasi untuk work permit dan visa saya. Lagian kalau saya tidak berhenti kerja, urusan administrasi saya akan mengganggu kinerja saya di kantor Jadi pada ertengahan bulan setelah bos saya balik dari Austria dan tepat Sebelum 2 minggu saya berhenti surat pengunduran diri sudah terletak manis diatas meja bos saya. Pokoknya intinya dalam surat pengunduran diri saya tulis bahwa, sebagai seorang yang masih fresh graduate saya memiliki kepercayaan bahwa " seorang arsitek dilihat bukan dari sebagus apa karya yang dihasilkan, tetapi seberapa banyak pengalaman yang telah ia dapat untuk dijadikan referensi dalam merancang" oleh sebab itu saya katakan bahwa, saya mau merantau dulu untuk mencari pengalaman di tempat lain dan waktu itu tujuan saya adalah bali. Soalnya masih malu untuk bilang kalau mau ke luar negeri.

Akhirnya pada tanggal 1 november yang bertepatan di hari sabtu saya resmi telah mengundurkan diri dan bebas dari segala urusan mengenai SPBU dan rancangan bangunan penunjangnya. Tapi alhamdulillah saya tidak berhenti total bekerja karena dilain sisi, saya juga mendapat proyek gambra rumah yang nilainya 2 kali lebih besar dari gaji saya saat itu dan kerjanya pun lebih santai karena saya kerjanya pada malam hari di rumah. Saya berhasil menyelesaikan pekerjaan ini sekitar tanggal 24 november kemarin. Nah, pada saat pekerjaan ini sudah selesai saya sempat gundah karena saya sudah tidak ada kerjaan lagi. mana visa belum keluar tapi akhirnya saya sadar bahwa, bukan kah diawal saya telah mengatakan ingin libur sekitar 2 minggu dan alhamdulillah sekarag adalah hari ke 10 saya bermalas-malasan dan tadi ada email bahwa, Ijin kerja saya sduah selesai dan disetujui oleh pihak keduataan. Sekarang mereka lagi ajukan visa dan mungkin menggu dapan udah beres jadi saya tinggal di suruh medical chekup and go to abroad like my dream before.

Alhamdulillah sekali, ketika semua yang kita harapkan bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan dan inginkan. Sebagai manusia biasa, kita cuma bisa terus meminta kepad sang KHalik. Kepada Sang Kuasa. dan Mengucap Alhamdulillah atas segala nikmat yang telah ia berikan kepada kita semua. Amin

Makassar, 5 Desember 2014

Minggu, 30 November 2014

"Tidak ada yang Buruk, semuanya baik, Semuanya ada Hikmah. Semuanya bisa dijadikan pelajaran"

Rabu, 19 November 2014

Sedih sekali malam ini baru mebaca kejadian yang kemarin terjadi di Kampus saya Unhas. Tentang warga yang menyerang masuk kedalam kampus dan dengan tindakan anarkisnya merusak sejumlah fasilitas kampus. Pos satpam di hancurkan dan dibakar, sepeda sepeda yang terdapat di pintu satu yang dulu sewaktu masih kuliah sering saya gunakan untuk bersepeda di unhas bahkan samapi di pulau lakkang kini tinggal arang-arang hasil kebakaran saja yang tersisah, rumah kaca yang didalamnya terdapat banyak sekali tanaman kini sudah hancur. Apalagi membaca beberapa postingan teman teman yang berada di TKP bahwa ternyata aparat yang ada pada saat kejadian malah membiarkan kerusuhan antara warga dan mahasiswa terjadi begitu saja. Bahkan beberapa sepeda motor milik mahasiswa dibakar dan sejumlah mahasiswa yang berada di Masjid kampus ikut menjadi sasaran amukan massa. Kenapa ini semua harus terjadi di dalam kampus ? yang notaben nya meruapakan tempat yang paling terhormat. Dari kampus semua dihasilkan. ini adalah tempat sakral pendidikan, tapi kenapa terjadi seperti ini ?

Semoga indonesia kedepannya bisa jauh lebih baik lagi. Marilah kita merubah hal baik dari diri kita sendiri dulu. Dengan mulai menghormati semua orang, dan menghargai setiap orang. 

Jumat, 14 November 2014

Malam ini saya kembali resah menunggu kabar dari tempat saya ingin bekerja. Terhitung sudah lebih dari satu bulan seim porjak proses saya mengajukan lamaran, melengkapi berkas, kirim portopolio, negosiasi negosiasi gaji, kontrak kerja, kelemkapan dokumen dan sekarang proses pembuatan ijin kerja dan visa. Yah semoga saja semuanya bisa berjalan dengan lancar dan tampa hambatan. Soalnya kata mereka pembuatan Ijin kerja dan visa membutuhkan waktu sekitar 3- 4 minggu dan kalau tidak salah ini sudah sekitar 2 minggu berarti saya masih harus menunggu 2 minggu lagi paling lama.

Jumat, 31 Oktober 2014

Menanti Hujan

Dijakarta dan beberapa daerah di Indonesia sudah dilandah Hujan bulan Oktober. Saya sudah lupa tapi bukan amnesia bahwa, kapan terakhir kali Makassar di guyur Hujan. Saat ini makassar sudah terlalu panas. Tidak kenal siang atau malam rasanya keringat terus keluar. Saya terus menantikan turunnya hujan untuk pertama kalinya. Selain karena ingin memanjatkan doa. Karena ada 10 waktu yang sangat mujarab untuk memanjatkan doa salah satunya yaitu pada saat hujan tiba. Yah, sambil menunggu hujan di awal november ini mari kita dengarkan saja musikalisasi puisi " Hujan di Bulan Juni". 


Minggu, 26 Oktober 2014

Time To Say Good BYe





Wah tidak terasa yah sudah hampir 5 bulan saya bekerja sebagai tenaga arsitek desain di salah satu kontraktor yang bergerak dalam bidang atau pembangunan SPBU. Jujur saya sangat senang sekali bisa bekerja dan bergabung di CV. Aplus. Sebenarnya sih bos saya ini memiliki banyak perusahan tapi untuk mengerjakan seluruh proyek SPBU yang ia tangani. Bekerja disini itu enak sekali, saya tidak pernah dihalangi dalam hal desain, apa yang saya gambar lalu akan didiskusikan oleh direktur kemudian revisi dan akan di bangun. Sebagai seorang arstiek yang baru lulus tentu saja tempat saya ini, pasti menjadi incaran para fershgarduate. Bagaimana tidak seluruh desain yang saya rancang secara otomatis langsung di bangun dan itu atas nama saya yang mendesain. Apalagi kantor tempat saya bekerja telah mendapat kontrak resmi dari Pertamina, untuk mengerjakan selurh proyek SPBU dan rata-rata itu di Timur Indonesia, dan saya mempunyai tugas untuk Mendesain Bangunan Penunjangnya seperti Musholla, kantor, atm center, toilet dan sebagainya. Nah, disinilah tempat saya untuk mengeksplore kreativitas saya dalam mendesain. Alhamdulillah meskipun cuma 5 bulan tapi sudah ada 3 desain hasil rancangan saya yaitu : Peritamina di Hertasning Baru yang miliknya ketua DPRD kemarin, SPBU Andonuhu di Kendari, SPBU di Bau-bau. Alhamdulillah juga selama bekerja disini saya sempat merasakan namanya perjalanan dinas dan sebagainya. 

Suasana kantornya juga sangat nyaman sekali. Teman-teman nya sangat Solid apalagi Branch Managernya. Sumpah saya tidak pernah dan mungkin tidak akan pernah mendapatkan Bos sebaik dan sepengertian Beliau. Kebetulan di kantor kami diberikan makan, alhamdulillah mba agus sih, asisten rumah tangga masakannya enak banget. Insya Allah makananya adalah salah satu hal yang bakalan saya kangenin nanti. 

Yah, setelah memantapkan hati. Akhirnya ini malam saya sudah membuat surat pengunduran diri saya yang ditujukan kepada bos saya. Pokoknya initinya saya menyampaikan bahwa, sebagai seorang arsitek yang baru lulus saya masih ingin terus belajar dan menimbah pengalaman dari luar. Apalagi saya dimakassar sudah menetap hampir limatuh dan sempat pinda 3 Firma arsitek dan mengajar juga. Tapi bagi saya arsitek itu dilihat bukan dari seberapa banyak karya atau desain yang ia hasilkan. Tapi dari seberapa berguna karya tersebut kepada orang dalam hal ini yang menggunakanya. 

Malam ini hati saya agak sedih sih, apalagi saya menuliskan surat pengunduran diri saya sambil mendengarkan lagu dari Michael Buble yang judulnya Home

Niat saya sih, sudah ada bantu doanya yah. Saya ingin meninggalkan makassar untuk mencari lebihhh banyak ilmu lagi. Saya juga sudah memiliki banyak rencana untuk mau kemana kedepannya. Yah, semoga saja semuanya berjalan dengan sangat lancar sesuai dengan kehendak dari Allah SWT. Amin
Doakan yah semoga selanjutnya saya bisa terus menanjak karirnya amin..




Jumat, 24 Oktober 2014

Selamat Tahun Baru Hijriah dan Harapanku


Selamat Tahun baru 1436 Hijriah, Semoga di tahun ini kita terkhususnya saya bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi dengan apa yang saya usahakan, impikan dan cita-citakan sedari dulu bisa terwujud dengan segera, amin yah Allah. Harapan saya di tahun depan semua bisa berjalan lancar sesui dengan rencana yang telah Allah gariskan kepada saya, dan semoga apa yang telah terjadi pada masa lalu bisa saya jadikan pelajaran untuk lebih baik lagi kedepannya. Alhamdulillah sekedar mengingat tahun kebelakang. Banyak sekali hal yang telah terjadi dalam hidup saya. Sohaya berhasil menyelesaikan program sarjana saya, lulus dengan predikat cumlaude (alhamdulillah), bekerja dan sebagainya. Meskipun di tahun kemarin saya sempat di timpah musibah yaitu saya kehilangan motor saya. tapi yah tidak papa saya yakin sekali dengan kehilangan motor banyak hal sebenranya hikmah yang Allah berikan kepada saya. Saya masih ingat sekali sebelum saya kehilangan motor saya bisa berkata kepada Allah bawha, saat ini saya sudah jarang sekali jalan kaki. Padahal salah satu hobbi saya yaitu jalan kaki. Akhirnya dengan hilangnya motor saya jadi punya waktu lebih untuk sekedar jalan kaki. Bahkan sudah beberapa kali saya pulang jalan kaki dari kantor ke rumah saya, dan ketika saya katakan kepada orang tentang hal tersebut mereka semua bilang "deh hebat mu" ada juga yang bilang "deh jauhhnya itu". Saya yakin bahwa dari setiap cobaan yang Allah berikan kepada kita pasti ada hikmah yang Allah akan tunjukan kepada kita. Waktu itu dengan perasaan sedih saya mencoba kuat dan mencari hikmah dari semua kejadian itu. 

Di Tahun yang baru ini saya juga sementara menikmati masa-masa terakhir saya di kantor saya. karena senin kemarin saya sudah mengutarakan tentang keinginan saya untuk mengakhiri kontrak kerja di tempat saya bekerja. Insya Allah hari senin nanti setelah Dirut uatamanya balik dari Jepang saya akan mengajukan surat pengunduran resmi kepada beliau. Sebenarnya berat sekali untuk meninggalkan tempat kerja saya yang ini. secara meskipun baru kerja selama lima bulan tapi saya sudah anggap mereka semua adalah keluarga saya. Sebenarnya saya tidak punya dan kalaupun di suruh cari alasan tentang kenapa saya berhenti bekerja, mungkin sangat susah untuk saya cari. Karna jujur sebenarnya saya tidak punya alasan untuk keluar selain, saya ingin mencari pengalaman kerja yang jauh lebih baik dari ini.

Saat ini, saya sedang mempersiapkan diri saya untuk kerja saya yang lebih baik lagi. Pihak Company yang saya Tujuh juga saudah melakukan kontrak kerja dan penwaran serta hak saya selama nanti bekerja di sana. Saat ini saya hanya tinggal mengurus berkas-berkas sebagai pelengkap untuk bisa bekerja disana. Dioakan yah para pembaca semoga semuanya bisa berjalan dengan lancar dan saya bisa mendapatkan pengalaman yang jauh lebih baik untuk kehidupan yang lebih bahagia dan indah. hehe

Makassar 24 Oktober 2014

Sabtu, 18 Oktober 2014

Allah selalu punya cara untuk Mewujudkan apa yang kita Inginkan. 
Yang perlu kita Lakukan cuma Berusaha dan Yakin dengan apa yang kita Usahakan

Selasa, 30 September 2014

Orang Terdekat

Setiap dari kita pasti memiliki orang-orang terdekat dalam hidup kita. Biasanya orang-orang terdekat yang kita miliki adalah mereka yang begitu akrab dengan kita. Mereka adalah orang yang setidaknya pernah berjasa dalam kehidupan kita sehingga kita menjadi begitu akrab dengan mereka. Ada yang begitu dekat dengan orang tuanya, keluarganya, sepupunya, bibi, pekerja rumah, baby sister, sopir, sepupu atau bahkan hewan peliharaannya. Setiap orang memiliki orang terdekat masing masing dalam hidupnya.

Ibu saya yang bersaudara 8 orang dimana 7 orang adalah perempuan dan memiliki adik paling bungsu yaitu akrab kami panggil dengan sebutan om aco. Dia adalah satu satunya pria dalam keluarga ibu saya pewaris tunggal dari kakek saya. semenjak bayi dia sudah di tinggal mati oleh nenek saya, sehingga mengakibatkan om aco ini dari kecil di rawat dengan mama saya. karena dari kecil sampai menikah masih dengan ibu saya makanya kami semua dekat sekali dengan dia. Saya masih ingat sekali waktu saya kecil dia selalu ajak saya dan kaka saya jalan-jalan. Kadang dia juga mengajarai kami kalasi (kayak abunawas) untuk minta uang di ibu saya kemudian kita pergi makan deh.

Om Aco dan Sepupu saya Risma.
Ini Waktu di Dermaga Biru, yang saya juluki Pantai Pribadiku.
Pada tahun 1999 orang tua saya yang sudah lelah bekerja memutuskan untuk istarahat dulu sejenak selama kurang lebih dua tahun di makassar. Akibatnya kami semua pindah sekeluarga di makassar. Karena om aco masih bekerja di PT. Freeport makanya, pada saat dia cuti ke makassar. Saya selalu diajak jalan oleh dia. Apapun yang saya inginkan pasti dia belikan. Hal ini khusus dia lakukan dengan saya hal serupa juga saya terima dari istrinya yaitu tante titin atau akrab saya sapa tan titin.  Pada saat masa cuti nya sudah berakhir, dia mau pulang kembali ke timika, saya tidak tauh setan apa yang merasuk dalam tubuh saya waktu itu. Saya mati matian tidak ingin melepaskan dia untuk berangkat. Saya menangis sejadi-jadinya dan itu menjadi bahan olokan saya hingga sekarang... aduh malu deh
Om aco juga terkenal orang yang pintar. Meskipun dia tidak tamat SMA tapi pengalaman kerja dia sudah di akui. Bayangkan saja dengan dengan pengalaman kerja, dia sudah bisa masuk ke PT. Freeport bahkan sampai dua kali, sedangkan kita tauh bahwa Freeport merupakan salah satu perusahan tambang terbesar di dunia yang berbasis di Amerika. Dia juga pernah bekerja di PT. Pangansari, PT. Sucofindo. Bahkan pada suatu ketika, ketika bosnya bertemu dengan bapak saya, bos nya banyak bercerita tentang kehebatan om aco dalam menghendel pekerjaannya di PT. Sucofindo, sedangkan sucofindo adalah salah satu perusahan yang bergerak di bidang penelitian.
Kiri-Kanan, Sarman, saya, sanita, risma, tan titin..om aco yang ambil gambar


Saat ini om aco berdomisili di Kabupaten Bacan yang terletak di Halmahera Selatan. Selama di sana dia sudah bekerja di beberapa perusahan Tambang dan  Perusahan Kayu. Alasan dia pindah di sana katanya daerhanya enak, dia bisa menyalurkan hobinya di laut. Yah, hal itulah yang dia warisi dari kakek saya yang meruapakan seorang pelaut ulung. Hehe. Selama om aco di sana kurang lebih sudah 3 atau 4 kali saya ke sana. Selama disana hidup saya terasa begitu terjamin sekali. Setiap mau keluar pasti dia selalu kasih saya uang untuk jalan. Dengan anak-anaknya juga saya begitu dekat begitupun sebaliknya. Om aco ini telah saya anggap adalah orang terpenting dalam hidup saya selain kedua orang tua saya. 
Banyak sekali kenangan manis yang saya dapatkan antara saya dan om aco. Dia juga merupakan sosok yang keratif dan sangat humoris tinggi dengan cerita-cerita lucu dan kabualanya (itu kata ibu saya). hehe. Saat ini om aco masih bekerja di salah satu perusahan kayu di daerah ternate. Komunikasi kami sudah tidak se intens seperti dulu lagi, karena di tempat kerjanya signal hp kurang bagus. Tapi saya selalu mengingat dia sebagai om dan tentu saja salah satu orang terpenting dalam hidup saya.

30 september 2014
Jam 22:39